Joging yang benar
Joging adalah bentuk berlari dengan langkah perlahan atau santai.Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kebugaran fisik dengan tekanan yang lebih sedikit pada tubuh daripada berlari lebih cepat, tetapi lebih dari berjalan, atau untuk mempertahankan kecepatan tetap untuk jangka waktu yang lebih lama.
Joging lebih disarankan oleh para ilmuwan dilakukan pada waktu sore hari atau menjelang malam.Waktu ini dirasa ideal karena suhu tubuh sedang mencapai puncaknya.Kebanyak oran suhu tubuhnya memuncak pada rentang waktu pukul 4 sampai 5 sore.
Berikut hal yang disiapkan saat melakukan joging yang benar :
1.Lakukan pemanasan terlebih dahulu untuk mengurangi resiko cedera.
2.pakailah baju olahraga yang tepat agar tubuh nyaman saat joging.
3.tentukan lah lokasi dan waktu saat joging, pilihlah lokasi dan waktu yang aman.
4.penuhi asupan nutrisi dan energi,Karen joging membutuhkan cukup banyak energi.
Cara melakukan joging:
1. Lakukan pemanasan sebelum jogging
Pemanasan sebelum jogging sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko cedera, keseleo, dan kram otot. Sebelum melakukan jogging, coba lakukan pemanasan selama 5-10 menit. Beberapa contoh pemanasan sebelum jogging yang bisa Anda lakukan adalah:
Berdiri dengan satu kaki, sambil mengayunkan kaki yang satunya ke depan dan ke belakang selama beberapa menit, lalu ganti dengan kaki yang lain. Setelah itu, gerakkan kaki memutar, sebagai peregangan untuk pergelangan kaki.
Berjalan santai, lalu setiap 10 langkah, lompat di tempat dari kaki ke kaki hingga lutut setinggi pinggang. Lakukan lompatan ini selama 5-10 detik, kemudian lanjutkan berjalan santai kembali. Ulangi gerakan ini hingga 4 kali.
Berjalan dengan mengangkat lutut hingga setinggi pinggang. Lakukan hingga 10 kali pada masing-masing tungkai.
2. Teknik jogging
Jika Anda pemula, disarankan untuk melakukan jogging dengan cara mengombinasikan berlari dan berjalan. Metode ini bertujuan agar tubuh dapat menyesuaikan diri, tidak cepat kehabisan energi, dan mencegah cedera otot dan sendi.
Awali dengan berjalan kaki selama beberapa menit, kemudian mulailah berlari santai dengan jarak dan durasi yang pendek. Misalnya, rasio durasi yang digunakan adalah 1:7, yaitu 1 menit berlari dan 7 menit berjalan kaki.
3. Postur tubuh dan teknik bernapas saat jogging
Condongkan tubuh sedikit ke depan dengan tangan mengepal. Posisi kepala harus selalu tegak saat berlari, tidak menunduk atau mendongak.
Selama jogging, gunakan teknik pernapasan dengan cara menarik napas melalui hidung dan mulut, kemudian hembuskan melalui mulut. Hal ini berguna untuk mencukupi kebutuhan oksigen tubuh saat jogging dan mengurangi risiko terjadinya kram pada otot perut.
4. Pendinginan
Seperti halnya pemanasan, gerakan pendinginan juga perlu dilakukan setelah jogging. Caranya adalah dengan berjalan santai selama 5-10 menit, lalu lakukan peregangan pada beberapa bagian tubuh, seperti kaki, tangan, dan leher.
Setelah pendinginan, tubuh Anda akan merasa lebih nyaman, detak jantung dan pernapasan Anda juga akan kembali normal. Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang saat jogging, minumlah air putih secukupnya setelah melakukan pendinginan.
5. Frekuensi dan durasi waktu ideal jogging
Jogging tidak harus dilakukan setiap hari. Penting juga untuk mengistirahatkan tubuh di sela jadwal jogging. Frekuensi jogging yang disarankan adalah 2-3 kali per minggu dengan total durasi jogging kurang lebih 1-2,5 jam per minggunya.S
.SalamOlahraga.
Penjelasan gampang dipahami,jadi niat buat joging karena ada tutornya
BalasHapusTerimakasih ilmu nya. Sangat bermanfaat san menambah wawasan
BalasHapus